NGANJUK – Dalam upaya mewujudkan lingkungan kampus yang sehat dan produktif, Institut Teknologi Mojosari (ITM) Nganjuk sukses menyelenggarakan kegiatan “Pemeriksaan Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan: Personal Hygiene“, baru-baru ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terasa istimewa karena merupakan wujud kolaborasi lintas institusi dan lintas negara, yang melibatkan STIKES RS Baptis Kediri serta tim dari California Baptist University, Amerika Serikat.

Acara yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh para mahasiswa ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor ITM Nganjuk, Bapak Fatkur Rohman. Pada kesempatan tersebut, Bapak Fatkur Rohman hadir mewakili Rektor ITM Nganjuk, Bapak Wardi, yang berhalangan hadir dikarenakan adanya agenda mendesak yang tidak dapat ditinggalkan.
Dalam sambutannya, Bapak Fatkur Rohman menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kolaborasi internasional ini. Beliau menekankan bahwa mahasiswa, khususnya yang tinggal di lingkungan komunal seperti pondok pesantren, sangat rentan terhadap penularan penyakit jika tidak dibekali dengan pemahaman kebersihan diri yang baik.
“Mahasiswa ITM Nganjuk harus unggul tidak hanya dalam bidang akademik dan teknologi, tetapi juga dalam hal menjaga kesehatan diri. Harapan kami, kegiatan ini dapat membentuk karakter dan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang melekat kuat pada diri mahasiswa,” ujar Bapak Fatkur Rohman di hadapan para peserta.
Rangkaian Kegiatan: Dari Skrining hingga Edukasi Global
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Ns. Selvia David Richard, M.Kep dari STIKES RS Baptis Kediri. Pendekatan yang digunakan dalam acara ini sangat komprehensif, menggabungkan tindakan preventif (pencegahan) dan promotif (peningkatan pemahaman).
Rangkaian acara dimulai dengan Skrining Kesehatan Dasar. Para mahasiswa mengikuti pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, tinggi badan, berat badan, serta penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Skrining ini bertujuan untuk memberikan deteksi dini serta memetakan kondisi kesehatan dasar mahasiswa ITM Nganjuk.


Setelah mengetahui kondisi fisiknya, mahasiswa diberikan kuesioner pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi inti, yaitu Pendidikan Kesehatan. Materi edukasi yang diberikan sangat beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan usia dewasa muda, meliputi:
- Pentingnya kebersihan tangan, kulit, rambut, gigi, dan mulut.
- Edukasi personal hygiene khusus di lingkungan komunal (seperti asrama dan pondok pesantren).
- Edukasi kesehatan reproduksi yang dipisah secara spesifik untuk mahasiswa laki-laki dan perempuan.
Kehadiran tim dari California Baptist University yang dipimpin oleh dr. Tom turut memberikan warna tersendiri. Bersinergi dengan tim dari STIKES RS Baptis Kediri yang dipimpin oleh Selvia David Richard, S.Kep, mereka berbagi wawasan global mengenai standar kesehatan dan pencegahan penyakit melalui diskusi interaktif dan demonstrasi yang menarik.
Kegiatan ditutup dengan sesi post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman mahasiswa serta sesi konsultasi keluhan kesehatan. Melalui kolaborasi apik antara ITM Nganjuk, STIKES RS Baptis Kediri, dan California Baptist University ini, diharapkan tercipta generasi mahasiswa teknologi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya kebersihan diri.
Informasi Kampus: Bagi Anda calon mahasiswa baru yang ingin bergabung menjadi bagian dari ITM Nganjuk, pendaftaran Seleksi Mandiri jalur Beasiswa KIP-K masih dibuka! Silakan lihat detail informasinya pada poster 164286.jpg yang telah dipublikasikan di media sosial kami atau kunjungi situs resmi PMB ITM Nganjuk.
